Arfianda Adeka Putri
Apa itu Udara, Spesifikasi Udara yang Bersih dan Komposisinya.
Menelisik Lebih Dalam yang Berkaitan dengan Udara
Apa itu Udara?
Teruntuk kita, orang yang sudah tidak lagi tinggal di pedesaan dan merantau di perkotaan pasti sudah jarang sekali merasakan kondisi lingkungan dengan udara yang masih bersih. Terlebih lagi udara yang bercampur dengan embun dipagi hari yang terasa sangat menyegarkan. Namun sekarang bagi orang yang hidup di perkotaan, udara pagi hari tidak menyegarkan, bahkan sangat gerah dan tidak nyaman untuk dihirup.
Udara merupakan salah satu elemen bumi, dimana terdiri dari campuran gas yang menutupi permukaan bumi karena adanya gaya gravitasi. Udara adalah sumber daya alam yang paling dibutuhkan oleh makhluk hidup. Oksigen yang ada di udara diperlukan oleh makhluk hidup untuk bernafas, dimana hal tersebut merupakan bagian pokok dari proses hidup. Tanpa adanya udara, Bagaimana makhluk hidup dapat bertahan hidup? Mungkin semua makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup lebih dari lima menit!
Dilansir dari buku kimia lingkungan, dalam sehari kita membutuhkan tujuh sampai sembilan kali lebih banyak dari air dan makanan. Setiap hari kita membutuhkan sekitar 13,6 kg udara, 2 kg air, dan 1,4 kg makanan.
Mengapa Udara Harus Dijaga Kebersihannya?
Karena setiap saat kita membutuhkan udara untuk hidup, maka kita
perlu menjaga agar udara tetap bersih. Kita seharusnya menjaga agar udara
yang kita hirup sebersih makanan dan air yang kita konsumsi. Berkaitan
dengan hal ini, kita perlu mengetahui tentang seluk-beluk udara, proses
terjadinya polusi udara, dan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk
menjaga agar udara tetap bersih.
Dilansir dari Ilmu Geografi, udara yang bersih adalah udara yang memiliki banyak kandungan manfaat bagi manusia. Udara yang bersih bebas dari berbagai kandungan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia. Zat - zat seperti partikel debu ataupun yang bersifat merugikan seperti karbon monoksida dan karbon dioksida tidak bisa ditemukan dalam udara yang bersih. Karena sifatnya yang bersih maka tubuh tidak akan merasa sesak ketika dihirup dan bernapas.
Sekitar 99,99 % udara berada pada ketinggian sampai 80 kilometer
(km) dari permukaan bumi, dan sekitar separuhnya berada pada ketinggian
antara 3-5 km. Udara pada ketinggian sampai 5 km inilah yang dapat
dimanfaatkan oleh makluk hidup. Massa, kerapatan, dan tekanan menurun
secara tajam dengan semakin jauhnya jarak udara dari permukaan bumi.
Suhu udara turun menjadi -70°C pada ketinggian sekitar 10-12 km,
kemudian naik lagi secara mencolok hingga mencapai 0°C pada ketinggian
50 km, setelah itu turun drastis menjadi -100°C pada ketinggian 80 km, dan
naik terus sejalan dengan semakin jauhnya dari permukaan bumi. Variasi
suhu udara terhadap jaraknya dari permukaan bumi membagi atmosfer
menjadi 4 lapisan.
Troposfer merupakan lapisan yang secara
langsung berpengaruh terhadap perubahan cuaca dan iklim, dan lapisan ini
sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Komposisi Udara Bersih
Komposisi udara yang bersih dan kering pada permukaan air laut dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Konsentrasi uap air di udara berkisar antara 0,1-5%, atau rata-rata sekitar 3,1%. Air terdiri dari aerosol yang merupakan partikel padat atau cair yang terdiri dari berbagai molekul dengan diameter beberapa mikrometer (1μm = 10^-6 m).
Pada keadaan normal,
udara bermuatan negatif. Secara alami, muatan negatif berasal dari interaksi
antara uap air atau butiran air hujan dengan sinar matahari, dan atau
halilintar. Oksigen dari proses fotosintesis pada tumbuhan juga bermuatan
negatif.
Udara yang belum
terpengaruh oleh kegiatan manusia mengandung sejumlah kecil partikulat, gas-gas
organik (misalnya NH4), dan gas-gas anorganik (misalnya N2 O, NO2, SO2, O3 dan
H2 S04) yang biasanya dianggap sebagai polutan. Polutan ini selalu dapat
ditemukan di udara, karena berasal dari proses alam. Belerang dioksida,
misalnya, terbentuk dari oksidasi hidrogen sulfida secara alami. Kilatan
halilintar menyebabkan nitrogen dan oksigen bereaksi membentuk oksida nitrogen.
Aktifitas biologik pada senyawa nitrogen dalam tanah menghasilkan oksida
nitrogen juga.
Udara yang Terpolusi
Aktifitas manusia dapat
mengganggu proses-proses alam. Proses pembakaran bahan bakar berlangsung cepat
dan menghasilkan suhu tinggi. Proses pembusukan dan respirasi merupakan proses
alami yang berlangsung lambat dan pada suhu rendah. Gas dan partikulat yang
dihasilkan pada proses yang dilakukan manusia dapat mengganggu alam. Bahan-bahan
ini akan menjadi polutan jika konsentrasinya relatif tinggi sehingga proses
penghilangannya tidak secepat proses pembentukannya.
Senyawa-senyawa yang
termasuk sebagai polutan udara diantaranya: partikulat,
oksidabelerang, karbonmonoksida, oksidanitrogen, hidrokarbon, oksidan fotokimia,
hidrogen sulfida, logam berat, dan asbes. Setiap polutan mempunyai sifat
yang unik, dan berbeda dengan sifat polutan lainnya. Beberapa polutan
dihasilkan oleh industri-industri tertentu, seperti klorin (Cl2), hidrogen klorida
(HCl), hidrogen fluorida (HF), dan asam sulfat (H2 SO4). Gas-gas tersebut
beracun dan korosif.
Udara
yang terpolusi berpengaruh buruk terhadap lingkungan. Akibat buruk udara kotor
dapat dialami manusia, hewan, tanaman, dan material tertentu. Partikulat dapat
menyebabkan akibat buruk tambahan, yaitu dapat mengurangi daya tembus sinar
matahari yang akan menyebabkan penurunan suhu bumi sebagai akibat pemantulan
kembali sinar matahari oleh partikulat.
Daftar Pustaka
Hanwant B. Singh.(1995). Composition Chemistry, and Climate of the
Atmosphere.Canada: John Wiley & Sons.
James Girard.(2010). Principles of Environmental Chemistry. Sudbury, Jones & Bartlett Learning.
Lamarque, J. F., Brasseur, G. P., Hess, P. G., and Mueller, J. F.(2006).Threedimensional study of the relative contributions of the different
nitrogen sources in the troposphere. Jurnal of Geophys. Res., 101, 22 955–22
968
Prodjosantoso, A.K., & Tutik, Regina P.(2011). Kimia Lingkungan. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.
Stanley E. Manahan.(1990). Environmental chemistry. Michigan: Lewis Publishers.
Komentar
Posting Komentar