Pengaruh Hujan Asam pada Lingkungan Sekitar

Efek dari Hujan Asam Terhadap Lingkungan Biotik dan Abiotik

Apa itu Hujan Asam dan Pengaruhnya pada Lingkungan Biotik dan Abiotik? Yuk Simak Penjelasannya...

    Hujan asam merupakan suatu fenomena alam yang berupa turunnya asam dari atmosfer ke permukaan bumi. Meskipun dinamakan ‘hujan’, namun fenomena hujan asam ini bukan hanya berbentuk hujan air saja. Melainkan dapat pula terjadi dalam berbagai bentuk lain yang meliputi disposisi basah seperti kabut, salju, dan butiran es, dan disposisi kering seperti gas, debu, atau partikel padat lainnya.



        Fenomena hujan asam telah menjadi concern bagi negara-negara di dunia. Sebab, persoalan iklim bukanlah yang yang sepele. Menjaga keseimbangan iklim adalah tanggungjawab bersama. Di beberapa negara industri besar seperti Cina, negara-negara Eropa Barat, serta Amerika, menghadapi persoalan yang serius terkait tanggung jawab mengelola gas emisi penyebab hujan asam. Sehingga, tiap industri perlu menekan gas emisi yang dihasilkan agar tidak memperburuk kualitas udara yang memicu hujan asam. Hal tersebut juga terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Karena, penyebab hujan asam dapat diidentifikasi dari berbagai aktivitas manusia terutama di wilayah industri.

Lalu, Bagaimana Pengaruhnya?

Pada Lingkungan Biotik


    Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis plankton dan invertebrate merupakan makhluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Jika air di danau memiliki pH di bawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang. Ini disebabkan oleh pengaruh rantai makanan, yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan suatu ekosistem.

     Namun tidak semua danau yang terkena hujan asam akan mengalami pengasaman. Tetapi telah ditemukan beberapa sungai yang memiliki jenis batuan dan tanah yang dapat membantu menetralkan keasaman.

Setelah air sungai-sungai dan danau-danau menjadi ber-asam di negara-negara Skandinavia, berbagai jenis ikan termasuk ikan Salmon Atlantik dan ikan trout coklat (brown trout), lenyap. Pada puncak musim-musim dingin yang sangat dingin, yang biasa terjadi di negara-negara Skandinavia dan Amerika Utara, salju berkadar asam, jatuh dan dengan cepat mencair pada musim semi, mengakibatkan air pada sungai-sungai dan danau-danau menjadi ber-asam. Karena ikan Salmon mempunyai toleransi yang lemah terhadap keasaman, ikan Salmon tidak dapat bertahan hidup pada musim-musim mencairnya salju.

Pada Lingkungan Abiotik


   Hujan asam berpengaruh pada beberapa elemen tidak hidup (abiotik) seperti tetesan-tetesan air hujan asam masuk ke dalam dinding-dinding melalui retakan-retakan, melarutkan kalsium dalam bahan-bahan beton, lalu meleleh keluar dari dinding-dinding. Zat-zat tersebut bersenyawa dengan Karbon Dioksida di udara dan membentuk Kalsium Karbonat, yang tumbuh seperti lapisan kerucut es. Bila kita mengamati "lapisan kerucut es" ini, kita dapat menemukan tetesan-tetesan kotor di puncak "lapisan kerucut es" tersebut.

    Air hujan yang mengandung asam melarutkan bukan hanya bahan-bahan beton tetapi juga lantai-lantai dan ukiran-ukiran pualam, bahkan atap-atap dan ukiran-ukiran tembaga. Bila endapan asam terus berlangsung, kita akan mengalami kerusakan yang lebih besar, dan lingkungan hidup kita akan berubah secara signifikan.

    Disamping itu, hujan asam juga dapat mempercepat perkaratan pada beberapa material seperti batu kapur, pasir besi, marmer, batu pada dinding beton serta logam. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bangunan tua. Bangunan tua yang terkena hujan asam lama kelamaan akan terkikis dan roboh. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan.

Kesimpulan

    Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Dampak dari hujan asam sangatlah besar bagi lingkungan. Hujan asam dapat mengakibatkan meningkatnya kadar keasaman tanah dan air permukaan yang sangat berbahaya baik bagi lingkungan biotik dan abiotik.

    Oleh karena itu, diperlukan usaha yang serius untuk mengatasai masalah hujan asam ini. Program yang gencar sedang dilaksanakan saat ini adalah target program langit biru yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan atmosfer yang bersih dan sehat.

Daftar Pustaka

Abbasi, T., Poornima, P., Kannadasan, T., & Abbasi, S. A. (2013). Acid rain: past, present, and future. International Journal of Environmental Engineering, 5 (3), 229. https://doi.org/10.1504/ijee.2013.054703

Anonim, 2003. Pencemaran Udara, Pencemaran Lingkungan Online. http://www.tHtb.org/plo/index.html

Anonim-b, 2002. Endapan Asam, Kementrian Lingkungan Hidup, http://www.menlh.go.id/apec_vc/osaka/eastjava/acid_dep_id/index.html.

Cahyono, W. E. (2010). Pengaruh hujan asam pada biotik dan abiotik. Berita Dirgantara, 8(3).

Gumirat, M. I. I., Satriawan, D., & Wahyuningtyas, D. (2021). Dampak Hujan Asam Pada Lingkungan. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan, 3(2), 67-73.

https://waste4change.com/blog/mengetahui-lebih-dalam-mengenai-hujan-asam/

 


Komentar