Penipisan Lapisan Ozon, Bagaimana Kondisi Ozon di Sekitar Kita?
Arfianda Adeka Putri
Penipisan Lapisan Ozon
Fenomena Alam yang Jarang Diketahui dan Disadari Oleh Manusia
Penipisan lapisan ozon akan mengurangi kemampuan lapisan ozon dalam menyerap radiasi sinar UV-B dan UV-C, sehingga meningkatkan paparan radiasi pada manusia yang imbasnya menyebabkan meningkatnya risiko kanker kulit, katarak, dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Penipisan lapisan ozon juga dapat mengganggu tanaman dan ekosistem di laut dengan cara merusak rantai makanan biota laut. Penipisan lapisan ozon berpotensi menyebabkan pemanasan global yang pastinya berdampak buruk pada seluruh kehidupan. Istilah "Lubang Ozon" juga merupakan penyebab dari masuknya gas berbahaya seperti bromin dan klorin di atmosfer. Lubang ozon ini membawa berbagai dampak negatif salah satunya yaitu radiasi sinar UV yang bisa sampai masuk ke bumi.
Bisakah permasalahan tersebut diatasi dengan baik? Lalu bagaimana caranya?
Indonesia merupakan negara tropis yang penuh dengan limpahan sinar matahari sepanjang tahunnya. Sinar matahari sendiri merupakan sumber energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Matahari dapat memancarkan berbagai macam sinar baik yang dapat terlihat atau visibel maupun tidak dapat terlihat. Sinar matahari yang dapat dilihat adalah sinar yang dipancarkan dalam gelombang lebih dari 400nm, sedangkan sinar matahari dengan panjang gelombang 10nm-400nm yang disebut dengan sinar ultraviolet tidak dapat dilihat dengan mata. Dalam beberapa hal, sinar ultraviolet bermanfaat untuk manusia diantaranya yaitu untuk mensintesa vitamin D dan juga berfungsi untuk membunuh bakteri. Namun, sinar ultraviolet dapat juga merugikan manusia apabila terpapar pada kulit manusia terlalu lama.
Beberapa solusi ditemukan dan dipaparkan sebagai berikut :
- Membatasi paparan sinar UV menjadi alternatif yang umum dilakukan, karena hal tersebut memiliki potensi yang paling besar untuk mengurangi terjadinya gangguan kesehatan yaitu kanker kulit. Pendekatan terbaik yang dapat dilakukan untuk menerapkan strategi sukses dalam mengurangi kanker kulit adalah dengan mendorong kebijakan maupun praktik perlindungan sinar matahari yang dapat mengurangi paparan sinar matahari, baik dalam kegiatan kerja dan juga rekreasi. Selain itu, dapat juga dilakukan penyuluhan mengenai pencegahan kanker kulit dengan penggunaan tabir surya.
- Untuk mengurangi masalah terkait dengan meningkatnya risiko fotokeratitis, fotokonjungtivitis, dan katarak dapat dilakukan dengan mengenakan kacamata hitam dan juga topi bertepi lebar khususnya pada musim panas di tengah hari, sehingga akan mencegah sebagian besar sinar UV mencapai mata.
- Mengurangi paparan radiasi sinar UV dari matahari adalah dengan membatasi waktu terkena matahari secara langsung dan yang terpenting adalah menggunakan sunblock sebelum beraktivitas diluar ruangan. Berpakaian tertutup seperti celana panjang, pakaian panjang, jaket, dan mengenakan kacamata dengan lensa pelindung anti UV juga dapat melindungi kita dari paparan sinar UV.
Penyelidikan Ilmiah terkait dengan Penipisan Lapisan Ozon di Indonesia
Ozon merupakan suatu molekul yang tersusun atas tiga (3) atom oksigen (O3). Kata ozon berasal dari kata Yunani yaitu “óζειν (ozein)”, yang berarti “mencium.” Hal itu dikarenakan ozon memiliki bau menyengat yang memungkinkan untuk dideteksi bahkan pada jumlah yang sangat rendah.
Secara alamiah, sebagian besar ozon (sekitar 90%) dapat ditemukan di stratosfer dan membantuk suatu lapisan ozon (ozone layer) dengan ketebalan yang bervariasi dimulai pada ketinggian 10-16 km sampai 50 km di atas permukaan bumi dan memiliki konsentrasi ozon yang cukup besar (bisa mencapai 10 ppm). Sebagian kecil ozon (sekitar 10%) di temukan pada atmosfer bawah atau troposfer. Adapun konsentrasi ozon di atmosfer bumi disajikan pada Gambar 4.2. Konsentrasi ozon di troposfer sangat kecil, berkisar antara 10 – 100 ppb, yang disebabkan polusi udara akibat aktivitas manusia.
Lapisan ozon di stratosfer memiliki fungsi yang cukup vital bagi keberlangsungan kehidupan manusia di bumi. Lapisan ozon sangat efektif mengabsorpsi radiasi ultra violet (UV) dari matahari, khususnya yang memiliki panjang gelombang pendek. Ozon di stratosfer terbentuk secara alami oleh reaksi fitokimia, yang melibatkan radiasi ultraviolet dari sinar matahari. Pada langkah pertama, radiasi ultraviolet matahari memecah satu molekul oksigen (O2) untuk menghasilkan dua atom oksigen (2 O) yang sangat reaktif, kemudian langkah selanjutnya masing-masing atom oksigen bereaksi dengan molekul oksigen untuk menghasilkan molekul ozon (O3).
hυ
O2 → 2O
O + O2 → O3
- radiasi UV-A (315 nm < λ < 400 nm)
- radiasi UV-B (280 nm < λ < 315 nm)
- radiasi UV C (λ < 280 nm)
Berdasarkan data yang dikaji dari laman https://www.woudc.org/data/explore.php, didapatkan data konsentrasi rerata ozon total dari tahun ke tahun di Negara Indonesia adalah sebagai berikut :
Tahun Pengamatan | Konsentrasi rerata ozon total (DU)* |
2006 | 263,7 |
2007 | 253,8 |
2008 | 245,616 |
2009 | 228,225 |
2010 | 232,6 |
2011 | 168,51 |
2012 | 250 |
2013 | 257,15 |
2014 | 255,9 |
2016 | 263,9571 |
2018 | 591,0333 |
Sehingga, dari data tersebut dapat diketahui grafik antara antara tahun vs konsentrasi ozon total adalah sebagai berikut :
Lalu Bagaimana Jika Kondisi Lapisan Ozon di Indonesia dibandingkan dengan Seluruh Dunia
Disamping semakin meningkatnya konsentrasi ozon baik di Indonesia maupun global, ternyata Indonesia bukanlah negara yang mengkonsumsi zat perusak ozon paling tinggi di dunia. Faktanya, Indonesia berhasil menurunkan konsumsi zat perusak ozon tersebut meskipun membutuhkan jangka waktu yang cukup lama. Menurut data yang diterbitkan oleh Program Lingkungan PBB, Indonesia berhasil menurunkan konsumsi zat perusak ozon dari 2006-2023 dari jumlah 554 ton menjadi 173 ton zat perusak ozon. Meskipun masih terbilang banyak, tetapi setidaknya masih terdapat pemulihan dan kesadaran masyarakat terkait dengan permasalahan ozon ini. Sedangkan untuk negara tertinggi dalam hal konsumsi zat perusak ozon adalah negara Cina dengan total zat perusak terakhir di tahun 2021 adalah sebesar 10.234 ton. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui peta konsumsi zat perusak ozon dibawah ini :
Kesimpulan
Evaluasi Formatif
- Gas senyawaan bromin, seperti halon, memiliki level ODP jauh lebih tinggi daripada CFC. Jelaskan penyebabnya dengan mengkaji berbagai literatur!
- Dengan mengkaji litelatur, jelaskan bagaimana proses perusakan lapisan ozon oleh halon! Gunakan skema seperti pada gambar 4.5 untuk lebih memperjelasnya.
- Seiring dengan berkurangnya konsentrasi ozon di stratosfer, ada pendapat yang menyatakan bahwa konsentrasi ozon dapat dipulihkan kembali dengan cara memproduksi ozon di industry kemudian mentransportasikan ke stratosfer menggunakan pesawat. Mungkinkah hal itu dilakukan? Jelaskan alasannya
Dari tabel tersebut dapat diamati nilai NRP dari senyawaan CFC dan Halon. Dimana nilai NRP merupakan nilai relative potensinya terhadap penipisan ozon di bandingkan dengan potensi CFC-11, maka semakin tinggi nilai NRP semakin berpotensi senyawaan tersebut menyebabkan penipisan lapisan ozon. Setiap molekul CFC mampu merusak 100 ribu molekul ozon namun senyawa halon mampu merusak 10 kali lebih efektif dibandingkan CFC.
2. Jawaban :
Gas Halon merupakan senyawa yang memiliki tingkat Ozone Depletion Potential (ODP) yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh terbentuknya Bromin Monoksida (BrO) akibat penguraian gas halon di stratosfer. BrO dapat secara signifikan mempengaruhi komposisi kimia di stratosfer dan berkontribusi terhadap penguraian ozon melalui reaksi dengan NO2, ClO, HO2, dan O. Walaupun jumlah bromin anorganik di stratosfer hanya sedikit dibandingkan dengan jumlah klorin, tetapi kemampuan senyawa ini dalam menguraikan ozon lebih besar dibanding senyawa yang mengandung klorin, sehingga efek penguraian ozon oleh bromin anorganik lebih dominan. Berikut adalah contoh siklus dari pemecahan ozon oleh Halon-1301 (CBrF3).
3. Jawaban :
Ozon dapat dibuat dengan metode electrical discharge (plasma), ultraviolet dan elektrolisis. Metode plasma dipilih karena mudah dalam pengaplikasian dan menghasilkan ozon dalam jumlah yang besar yakni lebih dari 1 kg/jam. Namun opsi untuk mentransportasikan ozon ke stratosfer menggunakan pesawat terbang masih belum dilakukan karena beberapa pertimbangan seperti oson itu sendiri yang berbahaya bagi manusia jika terhirup langsung. Terdapat juga aturan dari FAA dan EASA terkait durasi dan ketinggoan yang dapat diterbangan jet komersial untuk membatasi paparan oson yakni pesawat dapat terbang hingga 3 jam pada garis lintang tertentu untuk setiap bulan dalam setahun.
Daftar Pustaka
Ana. (2014). 9 bahaya sinar ultraviolet bagi kesehatan dan manusia. http://halosehat.com/penyakit/sumber-penyakit/bahaya-sinar-ultraviolet
Ball, William T., Ising, J. A., Mortlock, D. J., Staehelin, J., Haigh, J. D., Peter, T., Tummon, F., Stübi, R., Stenke, A., Anderson, J., Bourassa, A., Davis, S. M., Degenstein, D., Frith, S., Froidevaux, L., Roth, C., Sofieva, V., Wang, R., Wild, J., Yu, P., Ziemke, J. R., dan Rozanov, E. V. (2018). Evidence for a continuous decline in lower stratospheric ozone offsetting ozone layer recovery. Atmospheric Chemistry and Physics. Vol: 18. Page: 1379-1394.
Bornman, J. F., Barnes, P. W., Robinson, S. A., Ballare, C. L., Flint, S. D., dan Caldwell, M. M. (2015). Solar ultraviolet radiation and ozone depletion driven climate change: effects on terrestrial ecosystems. Photochem Photobiol. Vol: 14. Page: 88-107.
Cahyono, E.W. (2009). Penelitian Ozon di Jakarta. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA. FMIPA : Universitas Negeri Yogyakarta.
Embrarer. 2020. Konverter Ozon Membuat Udara Kabin Lebih Aman. embraercommercialaviation-com.https://www-embraercommercialaviation-com.translate.goog/ozone-converters-make-cabin-air-evensafer/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_ pto=tc
Health Canada. Ultraviolet radiation. Health Canada. https://www.canada.ca/en/health-canada/services/health-risks-safety/radiation/types-sources/ultraviolet.html
Isfardiyana, S. H. & Safitri, S. R. (2014). Pentingnya melindungi kulit dari sinar ultraviolet dan cara melindungi kulit dengan sunblock buatan sendiri. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan. Vol 3 (2), hal 126-133.
Kumalawati et al. (2020). Inventarisasi Perlindungan Lapisan Ozon (Studi di Kota Banjarmasin). Banjarmasin : Lambung Mangkurat University Press.
Lipi.go.id. 2020. Merawat Ozon dengan Ozon. http://lipi.go.id/berita/merawat-ozon-dengan-ozon/22157#:~:text=Padahal%2C%20ozon%20ternyata%20dapat%20juga,lebih%20dari%201%20kg%2Fjam
Prodjosantoso, A. K. (1992). Globalisasi Masalah Penipisan Lapisan Ozon dan Usaha-usaha Penanggulangannya. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1(1).
Ritchie,H., Rodes-Guirao, L., & Roser, Max. 2023. Ozone Layer. Journal of Our World in Data. https://ourworldindata.org/ozone-layer.
Strahan,S. E., & Douglass,A. R. 2018. Decline in Antarctic osone depletion and lower stratospheric chlorine determined from Aura Microwave Limb Sounder observations. Geophysical Research Letters, 4(1), 382-390.
Universitas of Toronto. (2023). Ultraviolet radiation safety program. https://ehs.utoronto.ca/our-services/radiationsafety/8904-2/
Wang, Ziyuan, Yan, H., Fang, X., Gao, L., Zhai, Z., Hu, J., Zhang, B, dan Zhang, J. (2015). Past, present, and future emissions of HCFC-141b in China. Atmospheric Environment. Vol: 109. Page: 228-233.
Wulandari, R.A dan Dewi, K. (2018). Analisis pola variabilitas ozon stratosfer dan bahan perusak ozon serta pengaruhnya terhadap indeks uv di wilayah indonesia terkait protokol montreal. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol: 24. No: 2. Hal: 15 – 28.

Komentar
Posting Komentar