Efek Rumah Kaca, Sebuah Fenomena Pemanasan Alami dari Bumi
Pengaruh Emisi Kendaraan Bermotor pada Fenomena Efek Rumah Kaca
Emisi Kendaraan Bermotor, Penyumbang Sumber Pencemaran Lingkungan yang Paling Utama Termasuk pada Efek Rumah Kaca
Apa sih Fenomena Efek Rumah Kaca itu??
Permasalahan dunia yang berkaitan dengan lingkungan sangatlah banyak. Salah satu masalah
terbesar dunia tersebut adalah global warming. Global warming mengakibatkan banyak perubahan di
bumi serta membuktikan bahwa terlalu banyak gas emisi atau gas buang yang
terdapat di udara sehingga udara panas yang terdapat di dalamnya kesulitan
untuk memantul ke angkasa luar. Adanya efek rumah kaca yang terlalu berlebihan
pada atmosfer dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan global. Secara global,
Indonesia berada di urutan keenam dalam menghasilkan gas emisi atau gas buang
sekitar 4,47%.
Emisi Gas Rumah Kaca merupakan polutan yang menjadi salah satu faktor kerusakan lingkungan karena peningkatan suhu bumi atau pemanasan global. Apabila gas tersebut semakin meningkat di atmosfer dan berlangsung secara terus menerus, maka akan berakibat pada pemanasan bumi atau biasa disebut global warming. Terdapat beberapa macam kategori dari gas rumah kaca, dan di antara dari gas tersebut jumlah kandungannya mencapai 70%. Selain dari hal tersebut, juga terdapat dari berbagai sektor lain yang lebih mendominasi yaitu pada energi, transportasi dan industri.
Meningkatnya efek rumah kaca di atmosfer akan mengakibatkan pemantulan panas matahari ke bumi dengan tidak sempurna, dimana matahari yang seharusnya dapat menghangatkan bumi dan kemudian bumi memantulkan kembali panas tersebut ke bumi. Namun, panas tidak dapat lagi dipantulkan ke bumi dikarenakan terhalang oleh efek rumah kaca yang terdapat dalam atmosfer. Di dalamnya terdapat beberapa jenis gas, dan salah satu gas yang mengakibatkan panas terperangkap dalam bumi adalah gas buang kendaraan bermotor.
Emisi Kendaraan Bermotor Bagi Efek Rumah Kaca
Gas yang berperan secara signifkan adalah karbon dioksida (CO2) yang memicu terjadinya global warming dengan penyumbang sekitar 9-26% jumlah keseluruhan yang bersirkulasi kurang lebih sekitar 75 tahun karena gas tersebut merupakan salah satu gas yang mempunyai ketahanan paling lama berada dalam atmosfer. gas emisi dari kendaraan bermotor sudah tidak dapat diragukan lagi sebagai sumber utama penghasil polusi udara bagi karbonmonoksida. Bisa kita lihat dan survei bahwasanya sekitar 50% pencemaran udara di perkotaan disebabkan karena pabrik serta sektor transportasi yang masih menggunakan bahan bakar yang kurang ramah terhadap lingkungan. Dari hasil rekapitulasi, polusi udara menjadi emisi gas buang yang seiring berjalannya waktu populasinya meningkat secara signifikan.
Emisi kendaraan bermotor adalah penyumbang sumber pencemaran lingkungan yang paling utama. Pasalnya, pencemaran udara memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya dengan gas buang yang dihasilkan dari BBM kendaraan tersebut. Dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor penting mengenai polusi udara yang dikeluarkan oleh alat transportasi tersebut antara lain:
- Pesatnya perkembangan persentase kendaraan
- Kurang adanya keseimbangan
- Penerapan pola lalu lintas yang memusat
- Minimnya akses jalan bagi warga terpencil
- Kurangnya efisiensi waktu penerapan lalu lintas
- Perbedaan mengenai kualitas dan kuantitas kendaraan
- Metode perawatan yang diterapkan
- Jenis BBM yang digunakan oleh kendaraan
- Akses jalan yang kurang memadai
- Memilih bahan bakar yang baik yang beroktan di atas 90 untuk memberikan kesempurnaan pembakaran dalam mesin motor sehingga tidak mengakibatkan kerusakan pada komponen mesinnya.
- Memperhatikan kondisi aki kendaraan, terutama pada teknologi injeksi, karena aki merupakan sumber listrik yang digunakan untuk sistem penghidupan pembakaran.
- Mengganti oli secara teratur minimal dalam jangka waktu 2 bulan sekali.
- Melakukan service secara berkala, setidaknya sama dengan jangka waktu pergantian oli.
- Selalu mengecek bahan bakar yang ada dalam tangki. Jangan sampai bahan bakar dalam tangki habis pada saat dikendarai, karena hal tersebut dapat merusak sistem injektor pada kendaraan, terutama pada motor jenis injeksi.
Daftar Pustaka
Aisyi,
D. (2020). Identifikasi Pengaruh Emisi Gas Buang Rumah Tangga Dan Volume Kendaraan
Terhadap Kualitas Udara. Identification Effect Of Household Gas Emissions And
Vehicle Volume On Air Quality In The Environment. Jurnal Teknik Lingkungan, 131–136.
Aswad,
G., & C, O. H. (N.D.). Potensi Gas Rumah Kaca ( Grk ) Dari Aktivitas Angkutan
Umum Di Terminal Tamanan Kota Kediri. Jurnal Lingkungan, 10(1), 46–52.
Ismail,
A. (2020). Potensi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (Grk) Dalam Kegiatan Belajar
Di Rumah Secara On-Line: Analisis Jejak Karbon (Carbon Footprint Analysis). Jukung
(Jurnal Teknik Lingkungan), 6(2), 195–203.https://Doi.Org/10.20527/Jukung.V6i2.9262
Kurnia,
A. (2021). Efek Rumah Kaca Oleh Kendaraan Bermotor. GRAVITASI: Jurnal
Pendidikan Fisika dan Sains,4(02), 1-9.
Rahmawati,
L. A., Haryono, E., Fandeli, C., Bawah, K. E., Mlati, K., & Sleman, K.(2016).
Studi Optimalisasi Sequestrasi Karbon Dioksida (Co2) Berbasis Rumah Tangga. Studi
Optimalisasi Sequestrasi Karbon Dioksida (Co2) Berbasis Rumah Tangga,
26(1), 59–79.https://Doi.Org/10.22146/Mgi.13405

.png)

Komentar
Posting Komentar