Biomassa, Energi Terbaharukan yang Berasal dari Bahan Organik
Pemanfaatan Biomassa Sebagai Alternatif Energi Terbaharukan di Bumi
Bagaimana Biomassa bisa menjadi Energi yang Terbaharukan?
Apa itu Energi?
Energi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Energi terbagi menjadi dua, yaitu Energi Baru Terbarukan dan Energi Tak Terbarukan. Energi Baru Terbarukan merupakan energi yang didapatkan dari sumber daya alam yang tidak terbatas dan tidak akan pernah habis meskipun digunakan secara terus-menerus. Sedangkan Energi Tak Terbarukan merupakan energi yang terbentuk dari fosil bumi berjuta-juta lamanya. Berbeda dengan Energi Terbarukan, Energi Tak Terbarukan jumlahnya sangatlah terbatas dan akan habis apabila digunakan terus-menerus.
Sejatinya sebelum mengenal bahan bakar fossil, manusia sudah menggunakan biomassa sebagai sumber energi. Namun sejak manusia beralih pada minyak, gas bumi atau batu bara untuk menghasilkan tenaga, penggunaan biomassa tergeser dari kehidupan manusia. Pada saat ini, ketersediaan energi fosil terus berkurang, khususnya minyak bumi. Setelah terjadinya krisis energi yang pernah mencapai puncak sekitar dekade 1970-an, dunia saat ini menghadapi kenyataan bahwa persediaan minyak bumi, sebagai salah satu tulang punggung produksi energi terus berkurang. Pada masa mendatang, energi dunia akan terancam dengan semakin sulit untuk menemukan sumber energi dari fosil. Eksplorasi yang telah dilakukan, konsumsi dalam jumlah besar serta pertambahan penduduk yang tinggi di masa depan, akan membuat persediaan energi fosil khususnya minyak bumi tidak dapat mengimbangi permintaan terhadap kebutuhan energi. Para ahli berpendapat, dengan pola konsumsi seperti sekarang diperkirakan energi fosil akan segera habis. Minyak bumi habis 30 tahun lagi pada tahun 2052, Gas bumi habis 40 tahun lagi pada tahun 2060 dan Batubara habis 70 tahun lagi pada tahun 2090.
Bagaimana Pemanfaatan Biomassa Menjadi Energi yang Terbaharukan?
Biomassa
adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, baik berupa
produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan,
rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, tinja, dan kotoran ternak. Selain
digunakan untuk bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan
sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai sumber energi (bahan bakar).
Biomassa yang umum yang digunakan sebagai bahan bakar adalah yang memiliki
nilai ekonomis rendah atau merupakan limbah setelah diambil produk primernya.
Potensi biomassa di Indonesia yang bisa digunakan sebagai sumber energi jumlahnya sangat melimpah, potensi biomassa Indonesia sebesar 146,7 juta ton per tahun. Sementara potensi Biomassa yang berasal dari sampah untuk tahun 2020 diperkirakan sebanyak 53,7 juta ton. Limbah yang berasal dari hewan maupun tumbuhan semuanya potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan. Tanaman pangan dan perkebunan menghasilkan limbah yang cukup besar, yang dapat dipergunakan untuk keperluan lain seperti bahan bakar nabati. Limbah yang digunakan sebagai bahan bakar nabati memiliki beberapa keuntungan, antara lain yaitu :
a) Peningkatan efisiensi energi secara
keseluruhan karena kandungan energi yangterdapat pada limbah cukup besar dan
akan terbuang percuma jika tidak dimanfaatkan.
b) Penghematan biaya,
karena seringkali membuang limbah bisa lebih mahal daripada memanfaatkannya.
c) Mengurangi keperluan
akan tempat penimbunan sampah karena penyediaan tempat penimbunan akan menjadi
lebih sulit dan mahal, khususnya di daerah perkotaan.
Pemanfaatan Biomassa untuk Bahan Bakar
Penggunaan
biomassa untuk menghasilkan panas secara sederhana yaitu biomassa langsung
dibakar dan menghasilkan panas. Dan panas hasil pembakaran akan dikonversi
menjadi energi listrik melalui turbin dan generator. Panas hasil pembakaran
biomassa akan menghasilkan uap dalam boiler. Uap akan ditransfer kedalam turbin
sehingga akan menghasilkan putaran dan menggerakan generator. Putaran dari
turbin dikonversi menjadi energi listrik melalui magnet-magnet dalam generator.
Agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan
bakar maka diperlukan teknologi untuk mengkonversi biomassa, diantaranya
beberapa teknologi untuk konversi biomassa. Terdapat 7 cara pemanfaatan energi
biomassa, yaitu :
1. Biobriket
Briket adalah salah satu
cara yang digunakan untuk mengkonversi sumber energi biomassa ke bentuk
biomassa lain dengan cara dimampatkan sehingga bentuknya menjadi lebih teratur.
2. Gasifikasi
Gasifikasi biomassa
merupakan proses konversi bahan selulosa dalam suatu reaktor gasifikasi
(gasifier) menjadi bahan bakar. Gas tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar
motor untuk menggerakan generator pembangkit listrik. Gasifikasi merupakan
salah satu alternatif dalam rangka program penghematan dan diversifikasi
energi. Selain itu gasifikasi akan membantu mengatasi masalah penangan an dan
pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
3. Pirolisis
Ada beberapa tingkatan
proses pirolisis, yaitu pirolisis primer dan pirolisis sekunder. Pirolisis
primer adalah pirolisis yang terjadi pada bahan baku (umpan), sedangkan
pirolisis sekunder adalah pirolisis yang terjadi atas partikel dan gas/uap
hasil pirolisis primer. Penting diingat bahwa pirolisis adalah penguraian
karena panas lebih dari 150 0C, sehingga keberadaan O2 dihindari pada proses
tersebut karena akan memicu reaksi pembakaran.
4. Liquification
Proses perubahan wujud
dari gas ke cairan dengan proses kondensasi, biasanya melalui pendinginan, atau
perubahan dari padat ke cairan dengan peleburan, bisa juga dengan pemanasan
atau penggilingan dan pencampuran dengan cairan lain untuk memutuskan ikatan.
5. Biokimia
Pemanfaatan energi
biomassa yang lain adalah dengan cara proses biokimia, seperti hidrolisis,
fermentasi, dan anaerobic digestion. Anaerobic digestion adalah penguraian
bahan organik atau selulosa menjadi CH4 dan gas lain melalui proses biokimia.
6. Densifikasi
Untuk meningkatkan
manfaat biomassa dengan mudah adalah membentuk menjadi briket atau pellet.
Briket atau pellet akan memudahkan dalam penanganan biomassa. Tujuannya adalah
untuk meningkatkan densitas dan memudahkan penyimpanan dan pengangkutan. Secara
umum densifikasi (pembentukan briket atau pellet) mempunyai beberapa
keuntungan. yaitu : menaikan nilai kalor per unit volume, mudah disimpan dan
diangkut, mempunyai ukuran dan kualitas yang seragam.
7. Karbonisasi
Proses untuk mengkonversi bahan orgranik menjadi arang. Pada proses ini akan dilepaskan zat yang mudah terbakar seperti CO, CH4, H2, formaldehid, methana, formik dan acetil acid serta zat yang tidak terbakar seperti seperti CO2, H2O dan tar cair. Gas-gas yang dilepaskan pada proses ini mempunyai nilai kalor yang tinggi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalor pada proses karbonisasi.
Daftar Pustaka
Abimanyu
Haznan dan Hedrana Sunit. 2014. Konversi Biomassa Untuk Alternatif Energi di
Indonesia: Tinjauan Sumber Daya, Teknologi, Manajemen dan Kebijakan, Cetakan
Pertama. LIPI Press, Jakarta.
Dosen
Pendidikan, 2020, Energi Biomassa, tersedia pada https://www.dosenpendidikan.co.id/, diakses pada tanggal 23 Agustus 2020.
Elyvani, 2015, Konversi
Energi Biomassa. http://elyvani.blogspot.com/



Komentar
Posting Komentar